23/12/19

Sahabat Sejati Putri

Edit Posted by with No comments


Namaku Putri, umurku 10 tahun, aku berasal dari Kepulauan Riau. Hobiku mewarnai gambar. Di sekolah, teman-teman sering memanggilku dengan julukan “Seniman”. Mungkin karena karya seniku yaitu lukisan berwarna milikku adalah yang terbaik di kelasku.

Suatu pagi, aku berangkat ke sekolah. Tiba-tiba, datanglah sebuah truk besar. Aku tidak takut walau pun harus ditabrak oleh sebuah kendaraan, karena walau pun aku sedang berjalan, pasti supirnya akan berhenti karena melihatku. Maka, aku hanya berjalan dengan santai, dan perlahan-lahan. Namun sayang, supir tersebut adalah supir yang ceroboh, dia tidak melihatku karena dia sedang mendengar lagu yang riang, dia tidak melihat jalan , melainkan bernyanyi riang di truknya.

BRUUUKK!

Dan terjadilah sebuah kejadian yang tidak menyenangkan. Badanku hampir tertabrak. Untung, aku dapat menyelamatkan diriku. Tetapi, tiba-tiba, kepalaku terbentur keras di jalan raya karena terkejut dan pingsan setelah truk besar itu pergi. Kalian tahu,kan? Kalau pingsan itu pasti saat kita sedang terbentur kepala kita jadi ke bawah, hampir seperti orang meninggal, tapi aku tidak meninggal. Hehehe....

Dan terjadi luka berat di kepalaku. Kakakku datang dan segera membawaku ke rumah sakit bersama orang tuaku. Kata dokter, “Terjadi benturan yang sangat keras di kepala anak Anda.” Jadi, aku diharuskan dirawat di kamar pasien sampai aku selesai diobati oleh Bu dokter. Dan pengobatanku berakhir setelah 5 hari.

Bekas luka di kepalaku sudah tidak begitu parah lagi, dan aku sudah sadar tepat ketika beberapa anak seusiaku berada di kamar pasien. Sebenarnya aku sangat bahagia. Namun, aku sama sekali tidak mengenali mereka semua.

”Hai, Putri. Bagaimana keadaanmu?” tanya salah seorang dari mereka. Dan aku balik bertanya, “Apakah kamu berbicara kepadaku?” Mereka heran mendengar pertanyaanku.

”Te...tentu sa...ja, Putri.” Jawabnya dengan terbata-bata.

“Memangnya aku siapa? Bagaimana kamu tahu namaku?” Tanyaku kembali.

”Namamu memang Putri, tahu!” jawab anak berdiri di dekat tempat tidurku. Dan dia berbisik ke seseorang di sampingnya.

”Sinta, sepertinya dia terkena penyakit Amnesia,” katanya.

“Eh, emangnya apa sih arti Amnesia?” Sinta yang dibisiki, balik bertanya.

”Amnesia berarti hilang ingatan!” jawabnya lagi.

”Hah! Putri, Amelia bilang kamu hilang ingatan. Itu beneran, ya?” Tanya Sinta kepadaku.

“Hilang ingatan? Mana mungkin, aku tidak hilang ingatan, tahu!” kataku kepada Sinta.”Aku hanya tidak mengenal kalian,” tambahku lagi.

“Haaaa masa sih, kita berenam sudah berkenalan dari kelas 1 sampai kelas 4 lho!” kata Sinta dengan nada tinggi.

”Hmmm ... oh ya! Aku punya ide, nih. Sinta, Eni, Rita, Rini, ayo berkumpul. Aku tahu cara agar Putri bisa mengembalikan ingatannya.” kata Amelia.

”Putri, kamu tunggu dulu, ya!” kata Sinta kepadaku.

”Emang bagaimana caranya?” tanya Rini kepada Amelia.

”Kita harus memperkenalkan diri kita, nama orangtuanya dan seluruh benda yang dilihatnya, seperti mengajarkan bayi yang belum tahu apa-apa.” Kata Amelia lagi.

”Wah ... hebat, Amelia. Kamu Jenius!” Puji Rita.

Dan mereka memperkenalkan nama mereka di depan Putri.

”Jadi, kalian teman-temanku, ya?” tanyaku.

”Iya , begitulah, Putri. Apakah kamu sudah mengenali kami?” tanya Amelia.

”Iya, aku ingat kalian semua sekarang.” Jawabku.

Dan mereka memperkenalkan segala sesuatu yang kulihat.

”Terima kasih, teman-temanku. Aku tidak akan pernah melupakan jasa-jasa kalian, jika bukan karena kalian aku pasti akan menjadi orang yang sengsara karena tidak tahu kebaikan dan kejahatan.” Kataku sambil menangis bahagia.

Dan segala memori atau ingatan yang hilang selama beberapa hari, kembali lagi kepadaku. Terima kasih teman sejati!



TAMAT

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih ya sudah mengunjungi blog Aira. Tinggalkan komentar dan nama teman-teman, ya. Biar kita saling kenal. Aira senang berteman dengan siapa saja.